Rabu, 02 Desember 2015

Tapi tak begini, huwo…

Benar ku mencintaimu tapi tak begini
Kau khianati hati ini, kau curangi aku

Baper banget ya? eits, jangan salah fokus dulu. Kamu pernah mendengar potongan lirik lagu diatas? Yaps, lirik lagu diatas berjudul “Separuh Jiwaku Pergi” ciptaan dari Om Anang Hermansyah. Eh, lho ngapain ngomongin Om Anang Hermansyah? Karena di tulisanku kali ini, aku akan menceritakan perjalananku menuju Kota kelahiran Om Anang Hermansyah, Kota Jember.
Pernahkan kamu menemukan Kota Jember di peta Jawa Timur? Pernahkah kamu mendengar nama Kota Jember? Kalau belum, berarti kamu “kurang piknik”. Come on, sekali-kali kamu butuh refreshing sekedar travelling ke luar kota, mahasiswa diciptakan bukan hanya untuk sekedar duduk mendengar ceramah-pulang-praktikum-mendengar ceramah-begitu seterusnya hingga lulus. (Ditulis untuk diri sendiri sebagai cambuk biar nggak mager-an)
Jember Fashion Carnival
photo by : www.zimbio.com




Kota Jember merupakan salah satu kota kecil di Jawa Timur, Jember terletak diantara Kabupaten Banyuwangi dan Kota Malang. Walaupun merupakan kota kecil, Jember memiliki event kebanggaan berskala internasional. Apakah itu? Jember Fashion Carnival, merupakan event kebanggaan masyarakat Jember sekaligus Indonesia. Jember Fashion Carnival dilaksanakan sekitar bulan Agustus setiap tahunnya, sekedar bocoran ya tahun depan (2016) JFC akan dilaksanakan di tanggal 24-28 Agustus. Catat! Event ini menempati posisi ke-4 di dunia dalam kategori parade karnaval terbaik, setara dengan parade di Rio de Janeiro, Brazil. Keren kan! 

Konseptor JFC ini adalah Dynand Fariz dan tim, aku berkesempatan mengunjungi sebuah rumah yang menjadi museum baju-baju karnaval sekaligus menjadi tempat cikal bakal terbentuknya Jember Fashion Carnival. Salah satu penggagas JFC ini adalah alumnus Universitas Gadjah Mada. Oya, ada satu pesan yang aku ingat saat ini, sebuah event besar harus direncanakan dan dipastikan jauh-jauh hari! (kepastian itu mutlak sob, kamu nggak mau kan digantungin terus? termasuk jadwal kuliah yang sering resched)

Perjalanan dari Yogyakarta menggunakan kereta api menuju Jember menempuh waktu kurang lebih 10 jam, lebih jauh dibanding Jeddah-Jakarta yang hanya 9 jam (tapi menggunakan pesawat). Bisa dibayangkan betapa lelahnya, padahal hanya sekedar duduk. Melewati berbelas-belas kota, singgah di Surabaya untuk mengganti kepala kereta, lalu berputar arah ke selatan menuju Jember. Perjalanan dimulai pukul 08.55  WIB dari stasiun Lempuyangan, Yogyakarta dan berakhir di Stasiun Jember pukul 20. 45 WIB.


Sebetulnya ada banyak hal menarik yang kutemui di perjalanan, namun untuk mempersingkat tulisanku, kita melompat ke part selanjutnya ya…

Akhirnya, aku sampai di Kota Jember, pihak panitia sudah bersiap menjemput kami (tim UGM B). oh iya, sebelum lupa, aku bersama Mbak Imah (2012) dan adik kelasku Kadek (2014) hendak mengikuti presentasi di babak final karya tulis ilmiah yang diselenggarakan UKM Komunitas Mahasiswa Peduli HIV AIDS Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Nah, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh hari ini, 1 Desember 2015.

Sedikit bercerita mengenai karya ilmiah kami, tim ku mengangkat stand up comedy sebagai media edukasi HIV AIDS untuk remaja, penasaran? Kamu bisa membaca karya tulis kami :p Ide ini muncul karena hobiku yang senang menyaksikan stand up comedy entah menonton di tv, atau streaming via youtube. Tim lain tidak kalah keren, ada yang mengangkat street art (contohnya graffiti atau mural), aku sempat tertarik dengan ide mereka karena sewaktu SMP dulu aku suka kegiatan mencorat-coret tembok seperti ini, dan di SMP dulu sering diadakan lomba graffiti saat dies natalis, salah satu temanku yang jago dalam hal ini adalah Kurniandi (alm).

Presentasi karya dilakukan di Hari Minggu, 30 November 2015. Timku mendapat urutan nomor 4, ternyata nomor ini juga menjadi kode bahwa timku akan berada di posisi 4, ya kami dinobatkan menjadi juara harapan 1. Berarti, dalam satu bulan ini aku dinobatkan sebagai juara ke-4 sebanyak tiga kali berturut-turut. Menakjubkan! Di-dua-kan itu nggak enak, apalagi di-empat-kan! (ini baper, abaikan!)

Tapi, walaupun menjadi yang ke-empat kami tetap senang kok :) ciyus deh…

Pengalaman luar biasa, di sepanjang perjalanan maupun saat bertemu dengan panitia dan finalis. Panitia juga tak kalah seru, ada juga generasi baper, sama persis ketika berada di kampusku.

Hal menarik selain JFC dan Anang Hermansyah adalah Pantai Papuma, Pantai Papuma ditempuh sekitar satu jam dari Kota Jember. Menurutku, pantai ini sangaaaat romatis. Pemandangannya cantik, pasirnya putih, airnya bening, sebening kaca dan dari kejauhan tampak kebiruan. Sayangnya, kami tiba saat hujan sedang deras, alhasil tingkat-ke-baperan-semakin tinggi. Medan menuju pantai ini tak kalah menantang, bus harus melewati jalanan berkelok tajam dan menanjak, lalu turun. Di sebelah kanan kiri jalan, tumbuh pepohonan yang meranggas dengan bunga yang mulai bersemi, seperti sakura di Jepang. Romantiiiis. (tapi, aku duduk sendiri waktu itu, haft)
Pantai Papuma
photo by : greatadventureindonesia.blogspot.com
Kami sampai di hotel malam hari dan harus bersiap untuk esok hari, karena kami harus pulang menuju Yogyakarta. Perjalanan panjang siap kami tempuh.

Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar