Benar ku mencintaimu
tapi tak begini
Kau khianati hati ini,
kau curangi aku
Baper banget ya? eits, jangan salah fokus dulu. Kamu pernah
mendengar potongan lirik lagu diatas? Yaps, lirik lagu diatas berjudul “Separuh
Jiwaku Pergi” ciptaan dari Om Anang Hermansyah. Eh, lho ngapain ngomongin Om
Anang Hermansyah? Karena di tulisanku kali ini, aku akan menceritakan
perjalananku menuju Kota kelahiran Om Anang Hermansyah, Kota Jember.
Pernahkan kamu menemukan Kota
Jember di peta Jawa Timur? Pernahkah kamu mendengar nama Kota Jember? Kalau
belum, berarti kamu “kurang piknik”. Come
on, sekali-kali kamu butuh refreshing
sekedar travelling ke luar kota,
mahasiswa diciptakan bukan hanya untuk sekedar duduk mendengar
ceramah-pulang-praktikum-mendengar ceramah-begitu seterusnya hingga lulus. (Ditulis untuk diri sendiri sebagai cambuk
biar nggak mager-an)
![]() |
| Jember Fashion Carnival photo by : www.zimbio.com |
Kota Jember merupakan salah satu kota kecil di Jawa Timur, Jember terletak diantara Kabupaten Banyuwangi dan Kota Malang. Walaupun merupakan kota kecil, Jember memiliki event kebanggaan berskala internasional. Apakah itu? Jember Fashion Carnival, merupakan event kebanggaan masyarakat Jember sekaligus Indonesia. Jember Fashion Carnival dilaksanakan sekitar bulan Agustus setiap tahunnya, sekedar bocoran ya tahun depan (2016) JFC akan dilaksanakan di tanggal 24-28 Agustus. Catat! Event ini menempati posisi ke-4 di dunia dalam kategori parade karnaval terbaik, setara dengan parade di Rio de Janeiro, Brazil. Keren kan!
Konseptor JFC ini adalah Dynand Fariz dan tim, aku berkesempatan mengunjungi sebuah rumah yang menjadi museum baju-baju karnaval sekaligus menjadi tempat cikal bakal terbentuknya Jember Fashion Carnival. Salah satu penggagas JFC ini adalah alumnus Universitas Gadjah Mada. Oya, ada satu pesan yang aku ingat saat ini, sebuah event besar harus direncanakan dan dipastikan jauh-jauh hari! (kepastian itu mutlak sob, kamu nggak mau kan digantungin terus? termasuk jadwal kuliah yang sering resched)
Perjalanan dari Yogyakarta menggunakan kereta api menuju
Jember menempuh waktu kurang lebih 10 jam, lebih jauh dibanding Jeddah-Jakarta
yang hanya 9 jam (tapi menggunakan pesawat). Bisa dibayangkan betapa lelahnya,
padahal hanya sekedar duduk. Melewati berbelas-belas kota, singgah di Surabaya
untuk mengganti kepala kereta, lalu berputar arah ke selatan menuju Jember.
Perjalanan dimulai pukul 08.55 WIB dari
stasiun Lempuyangan, Yogyakarta dan berakhir di Stasiun Jember pukul 20. 45
WIB.
![]() |
Sebetulnya ada banyak hal menarik yang kutemui di perjalanan, namun untuk
mempersingkat tulisanku, kita melompat ke part
selanjutnya ya…
Akhirnya, aku sampai di Kota Jember, pihak panitia sudah
bersiap menjemput kami (tim UGM B). oh iya, sebelum lupa, aku bersama Mbak Imah
(2012) dan adik kelasku Kadek (2014) hendak mengikuti presentasi di babak final
karya tulis ilmiah yang diselenggarakan UKM Komunitas Mahasiswa Peduli HIV AIDS
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Nah, kegiatan ini
diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh hari
ini, 1 Desember 2015.
Sedikit bercerita mengenai karya ilmiah kami, tim ku
mengangkat stand up comedy sebagai
media edukasi HIV AIDS untuk remaja, penasaran? Kamu bisa membaca karya tulis
kami :p Ide ini muncul karena hobiku yang senang menyaksikan stand up comedy entah menonton di tv,
atau streaming via youtube. Tim lain
tidak kalah keren, ada yang mengangkat street
art (contohnya graffiti atau mural), aku sempat tertarik dengan ide mereka
karena sewaktu SMP dulu aku suka kegiatan mencorat-coret tembok seperti ini,
dan di SMP dulu sering diadakan lomba graffiti saat dies natalis, salah satu
temanku yang jago dalam hal ini adalah Kurniandi (alm).
Presentasi karya dilakukan di Hari Minggu, 30 November 2015.
Timku mendapat urutan nomor 4, ternyata nomor ini juga menjadi kode bahwa timku
akan berada di posisi 4, ya kami dinobatkan menjadi juara harapan 1. Berarti,
dalam satu bulan ini aku dinobatkan sebagai juara ke-4 sebanyak tiga kali
berturut-turut. Menakjubkan! Di-dua-kan
itu nggak enak, apalagi di-empat-kan! (ini baper, abaikan!)
Tapi, walaupun menjadi yang ke-empat kami tetap senang kok
:) ciyus deh…
Pengalaman luar biasa, di sepanjang perjalanan maupun saat
bertemu dengan panitia dan finalis. Panitia juga tak kalah seru, ada juga
generasi baper, sama persis ketika berada di kampusku.
Hal menarik selain JFC dan Anang Hermansyah adalah Pantai
Papuma, Pantai Papuma ditempuh sekitar satu jam dari Kota Jember. Menurutku,
pantai ini sangaaaat romatis. Pemandangannya cantik, pasirnya putih, airnya bening,
sebening kaca dan dari kejauhan tampak kebiruan. Sayangnya, kami tiba saat
hujan sedang deras, alhasil tingkat-ke-baperan-semakin tinggi. Medan menuju
pantai ini tak kalah menantang, bus harus melewati jalanan berkelok tajam dan
menanjak, lalu turun. Di sebelah kanan kiri jalan, tumbuh pepohonan yang
meranggas dengan bunga yang mulai bersemi, seperti sakura di Jepang. Romantiiiis.
(tapi, aku duduk sendiri waktu itu, haft)
![]() |
| Pantai Papuma photo by : greatadventureindonesia.blogspot.com |
Kami sampai di hotel malam hari dan harus bersiap untuk esok
hari, karena kami harus pulang menuju Yogyakarta. Perjalanan panjang siap kami
tempuh.
Sampai jumpa di
perjalanan selanjutnya!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar